TRADE CREDIT INSURANCE WORDING SAMPLE
B) GENERAL CONDITIONS OF INSURANCE | B) KONDISI UMUM | |||||
("GCI") | ||||||
Table of Contents | Isi tabel | |||||
Article 1 | Scope of Policy | Pasal 1 | Cakupan Polis | |||
Article 2 | Credit Limits | Pasal 2 | Batas Kredit | |||
Article 3 | Insured Event | Pasal 3 | Peristiwa Yang Dipertanggungkan | |||
Article 4 | Reduction or Cancellation of Cover | Pasal 4 | Pengurangan atau Pembatalan | |||
Jaminan | ||||||
Article 5 | Excluded Risks | Pasal 5 | Risiko Yang Dikecualikan | |||
Article 6 | Chronological Cover for Goods | Pasal 6 | Jaminan Kronologis untuk Barang | |||
Dispatched or Work and Services | yang Diserahkan atau Pekerjaan | |||||
Performed | yang Dilaksanakan atau Jasa | |||||
yang Diberikan | ||||||
Article 7 | Extensions to Due Date | Pasal 7 | Perpanjangan atas Tanggal Jatuh | |||
Tempo | ||||||
Article 8 | Insured Percentage | Pasal 8 | Persentasi yang Diasuransikan | |||
Article 9 | Premium and Credit Rating Fees | Pasal 9 | Biaya Premi dan Pemeringkatan | |||
Kredit | ||||||
Article 10 | Obligations of the Insured | Pasal 10 | Kewajiban Tertanggung | |||
Article 11 | Misrepresentations or Fraudulent | Pasal 11 | Salah Penyajian atau Tindakan | |||
Acts | Kecurangan | |||||
Article 12 | Collection and legal costs | Pasal 12 | Biaya Penagihan dan Biaya | |||
Hukum | ||||||
Article 13 | Duty of Notification | Pasal 13 | Kewajiban Pemberitahuan | |||
Article 14 | Confidentiality | Pasal 14 | Kerahasiaan | |||
Article 15 | Payment of Claims/Ascertainment | Pasal 15 | Pembayaran Klaim / Diketahui | |||
of Loss | adanya Kerugiaan | |||||
Article 16 | Breach of Insured's Obligations | Pasal 16 | Pelanggaran atas Kewajiban | |||
Tertanggung | ||||||
Article 17 | Subrogation | Pasal 17 | Subrogasi | |||
Article 18 | Maximum Liability | Pasal 18 | Tanggung Jawab Hukum | |||
Maksimum | ||||||
Article 19 | Assignment of Right to Payment of | Pasal 19 | Pengalihan Hak atas Pembayaran | |||
a Claim | Klaim | |||||
Article 20 | Policy Currency | Pasal 20 | Mata Uang Polis | |||
Article 21 | Insolvency | Pasal 21 | Insolvensi | |||
Article 22 | Renewal of Policy | Pasal 22 | Perpanjangan Polis | |||
Article 23 | Termination of Insurance | Pasal 23 | Penghentian Pertanggungan | |||
Article 24 | Alterations or Modifications to the | Pasal 24 | Perubahan atau Modifikasi Polis | |||
Policy | ||||||
Article 25 | The Proposal and the Credit | Pasal 25 | Proposal atau Kuesioner | |||
Management Questionnaire | Manajemen Kredit | |||||
Article 26 | Proper Law and Jurisdiction | Pasal 26 | Hukum dan Yurisdiksi yang Tepat | |||
Article 27 | Dispute | Pasal 27 | Perselisihan | |||
Definition | Definisi | |||||
B) GENERAL CONDITIONS | B) KONDISI UMUM | |||||
Article 1 – Scope of Policy | Pasal 1 – Luas Jaminan Polis | |||||
1.1 Cover is provided under the Policy for Insured Losses arising out of goods dispatched or works or services performed to Buyers by the insured during the Policy period. | 1,1 1.1 Jaminan diberikan dalam Polis ini untuk Kerugian Yang Diasuransikan yang timbul dari barang yang diserahkan atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan oleh Tertanggung untuk Pembeli selama jangka waktu Polis. | |||||
1.2 Cover is only provided in respect of goods | 1.2 Jaminan hanya diberikan sehubungan dengan | |||||
dispatched or work or services performed during the Policy Period and for which either: | barang yang diserahkan atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan selama jangka waktu Polis dan yang mana: | |||||
1.2.1. if permitted under Article 2.1 the Insured itself | 1.2.1. jika sesuai dengan Pasal 2.1 Tertanggung | |||||
has, prior to the dispatch of goods or the performance of work or services, set a Credit Limit for the Buyer to whom the goods are dispatched or work or services performed; or | sendiri, sebelum penyerahan barang atau pelaksanaan pekerjaan atau pemberian jasa, telah menetapkan Batas Kredit terhadap Pembeli kepada siapa barang tersebut diserahkan atau pekerjaan atau pemberian jasa dilakukan; atau | |||||
1.2.2. An approved Credit Limit for the respective | 1.2.2. Batas Kredit yang disetujui Pembeli yang | |||||
Buyer was obtained from the Company. | bersangkutan diperoleh dari Perusahaan itu. | |||||
1.3 Cover only applies in respect of Buyers in the | 1.3 Jaminan hanya berlaku terhadap Pembeli yang | |||||
countries listed in paragraph 6.1 of the Schedule and where the relevant goods or work or services have been invoiced not later than 30 days after the date of dispatch or the commencement of performance. | berada dalam Negara seperti yang tercantum dalam paragraph 6.1 dari Ikhtisar dan jika atas barang-barang atau pekerjaan atau jasa tersebut telah diterbitkan lembar tagihan tidak melebihi 30 hari setelah tanggal pengiriman atau saat mulai dilaksanakan. | |||||
1.4 There is no cover for a Buyer under this Policy where the Insured has itself set a Credit Limit for the Buyer if one of the events listed in Article 13.1.2 – 13.1.4 below has occurred during the twelve months prior to the dispatch of the goods or performance of the works or services, or the Buyer is insolvent. | 1.4 Tidak ada jaminan diberikan pada Pembeli berdasarkan Polis ini dimana Tertanggung telah menetapkan sendiri Batas Kredit untuk Pembeli jika salah satu kejadian yang tercantum dalam Pasal 13.1.2 – 13.1.4 di bawah telah terjadi dalam waktu 12 bulan sebelum penyerahan barang atau pelaksanaan pekerjaan atau pemberian jasa, atau Pembeli bangkrut. | |||||
Article 2 – Credit Limits | Pasal 2 – Batas Kredit | |||||
2.1 The Insured may itself set a Credit Limit up to | 2.1 Tertanggung dapat menetapkan sendiri Batas | |||||
the amount (if any) of Discretionary Limit given in paragraph 6.2 of the Schedule for Buyers in the relevant Insured Country provided the credit management procedures specified in the Special Conditions are adhered to. | Kredit sampai dengan jumlah (jika ada) dari Batas Kelonggaran yang dijelaskan dalam paragraph 6.2 Ikhtisar untuk Pembeli yang berada dalam Negara yang Dipertanggungkan dengan syarat prosedur manajemen kredit yang tercantum dalam Kondisi Khusus dipatuhi. | |||||
2.2 Authorization for any Credit Limit above the | 2.2 Otorisasi untuk setiap Batas Kredit di atas | |||||
Discretionary Limit given in paragraph 6.2 of the Schedule must be obtained in writing or by e-mail from the Insurer. Any approved Credit Limit set by the Insurer will automatically overrule any Credit Limit set by the Insured for the same Buyer. | Batas Kelonggaran yang dijelaskan dalam paragraf 6.2 Ikhtisar harus diperoleh secara tertulis atau melalui email dari Penanggung. Setiap Batas Kredit yang disetujui yang ditentukan Penanggung secara otomatis akan mengatasi Batas Kredit yang ditetapkan oleh Tertanggung untuk Pembeli yang sama. | |||||
Unless specified otherwise in the Credit Limit | Kecuali jika tercantum sebaliknya dalam | |||||
Notification: | Pemberitahuan Batas Kredit: | |||||
- For Buyers on which an approved Credit Limit has not previously been issued, approved Credit Limits are effective retrospectively from the starting date of the Policy provided that the original Due Date of the invoice is after the date of receipt of your Credit Limit application and the Special Terms of Payment specified in the Schedule are not exceeded. | - Untuk Pembeli yang mana Batas Kredit yang disetujui belum diterbitkan sebelumnya, Batas Kredit yang disetujui mulai berlaku mundur sejak tanggal mulai berlakunya Polis dengan syarat tanggal Jatuh Tempo tagihan adalah setelah tanggal penerimaan aplikasi Batas Kredit Anda dan Syarat-syarat Khusus tentang Pembayaran yang tercantum dalam Ikhtisar tidak dilewati. | |||||
- For Buyers subject to a previous decision by the Company, approved Credit Limits are effective from the date of new Credit Limit Notification. | - Untuk Pembeli yang tunduk pada keputusan Perusahaan sebelumnya, Batas Kredit yang disetujui mulai berlaku sejak tanggal Pemberitahuan Batas Kredit yang baru. | |||||
Article 3 – Insured Event | Pasal 3 – Peristiwa Yang Dipertanggungkan | |||||
3.1 An Insured Event is deemed to have occurred | 3.1 Suatu Peristiwa yang Dipertanggungkan | |||||
on the date when: | dianggap telah terjadi pada tanggal ketika: | |||||
3.1.1. Insolvency of a Buyer occurs; | 3.1.1. Terjadi Insolvensi dari seorang Pembeli. | |||||
3.1.2. A Protracted Default occurs. | 3.1.2. Terjadi Protracted Default. | |||||
Article 4 – Reduction or Cancellation of Cover | Pasal 4 – Pengurangan atau Pembatalan Jaminan | |||||
4.1 The Insurer may at any time by Notice in writing | 4.1 Penanggung dapat setiap saat melalui | |||||
or by e-mail reduce or cancel cover in relation to any Buyer or Buyers. | Pemberitahuan secara tertulis atau dengan email mengurangi atau membatalkan jaminan kepada Pembeli atau Pembeli-pembeli. | |||||
4.2 Cover under the Policy is automatically | 4.2 Jaminan dalam Polis ini secara otomatis | |||||
cancelled for the relevant Buyer without notice from the Insurer when an Insured Event Occurs. | dibatalkan untuk Pembeli yang bersangkutan tanpa pemberitahuan dari Penanggung pada saat Peristiwa yang Dipertanggungkan terjadi. | |||||
4.3 The reduction or cancellation of cover by the | 4.3 Pengurangan atau pembatalan jaminan oleh | |||||
Insurer applies in respect of goods dispatched or work or services performed after Notice of the reduction or cancellation has been given by the Company under Article 4.1 above or the Insured Event occurs. | Penanggung berlaku sehubungan dengan barang-barang yang diserahkan atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan setelah Pemberitahuan tentang pengurangan atau pembatalan tersebut telah diberikan Penanggung berdasarkan Pasal 4.1 di atas atau Peristiwa yang Dipertanggungkan terjadi. | |||||
Article 5 – Excluded Risks | Pasal 5 – Risiko yang Dikecualikan | |||||
The Policy does not cover losses to the extent that they result directly or indirectly from any of the following: | Polis ini tidak menjamin kerugian yang secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh salah satu dari berikut ini: | |||||
5.1 receivables due from Public buyers; | 5.1 piutang yang menjadi haknya dari Pembeli Publik; | |||||
5.2 receivables arising out of letting or leasing of real estate; | 5.2 piutang yang timbul dari menyewakan atau mengontrakkan real estate; | |||||
5.3 exchange rate fluctuations; | 5.3 fluktuasi nilai tukar kurs mata uang; | |||||
5.4 the failure of the Insured or any agent of the Insured to comply with the terms and conditions of a contract with the Buyer, including any amounts corresponding to contractual penalties and/or liability for damages or to comply with applicable provisions contained in legislation, regulations or any other legal requirements in force whether in the Insured’s or Buyer’s country or elsewhere; | 5.4 kegagalan Tertanggung atau agen Tertanggung untuk memenuhi syarat-syarat dan kondisi kontrak dengan Pembeli, termasuk setiap jumlah yang berhubungan dengan penalti pada kontrak dan/atau tanggung jawab hukum terhadap kerugian atau untuk memenuhi peraturan perundangan yang berlaku yang berisikan perundangan, peraturan setempat atau syarat-syarat hukum lainnya yang berlaku apakah di Negara Tertanggung atau Pembeli atau di tempat lainnya; | |||||
5.5 the failure to obtain any import or export license or any other authorizations necessary for the performance of the contract would contravene any exchange control regulation; | 5.5 kegagalan untuk memperoleh surat izin impor atau ekspor atau otorisasi lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan kontrak akan bertentangan dengan peraturan pengawasan mata uang; | |||||
5.6 any measure or decision by any national, regional or local authority or state institution of any country, including but not limited to those which result in the confiscation or the obstruction in the traffic of goods, as well as any general moratorium declared by any such authority or institution; | 5.6 setiap tindakan atau keputusan oleh pemerintah nasional, daerah atau lokal atau lembaga pemerintah suatu negara, termasuk tetapi tidak terbatas pada tindakan atau keputusan yang menyebabkan pengambil alihan atau gangguan dalam perdagangan barang-barang, dan juga moratorium umum yang diumumkan oleh pemerintah atau lembaga tersebut; | |||||
5.7 any political events, economic difficulties or legislative or administrative measures which prevent or delay the transfer of payments due from the Buyer; | 5.7 setiap peristiwa politik, kesulitan ekonomi atau tindakan legislatif atau administratif yang menghalangi atau menunda transfer pembayaran dari Pembeli; | |||||
5.8 war, hostilities, rebellion, insurrection revolution, riot, civil commotion, strike and natural disasters including but not limited to cyclone, typhoon, flood, earthquake, volcanic eruption, or tidal wave; | 5.8 perang, permusuhan, pemberontakan, pembangkitan rakyat, revolusi, kerusuhan, huru-hara, pemogokan dan bencana alam termasuk tapi tidak terbatas pada topan, angin puyuh, banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi, atau gelombang air pasang; | |||||
5.9 ionizing radiation or contamination by radioactivity from any nuclear waste, from the combustion of nuclear fuel or the radioactive, toxic, explosive, or other hazardous properties of any explosive nuclear assembly or nuclear components thereof; and generally any act or event of a similar nature. | 5.9 radiasi ion atau kontaminasi radioaktif dari sampah nuklir, dari pembakaran bahan bakar nuklir atau sifat radioaktif, beracun, eksplosif, atau sifat-sifat berbahaya lainnya dari setiap perakitan bahan peledak nuklir atau komponen nuklirnya; dan secara umum setiap tindakan atau peristiwa yang mempunyai sifat yang serupa; | |||||
Article 6 – Chronological Cover for Goods | Pasal 6 – Jaminan Kronologis untuk Barang yang | |||||
Dispatched or Work or Services Performed | Diserahkan atau Pekerjaan yang Dilaksanakan atau Jasa yang Diberikan | |||||
6.1 Goods dispatched or work or services | 6.1 Barang yang diserahkan atau pekerjaan yang | |||||
performed to a Buyer are insured up to the amount of the Credit Limit fixed for that Buyer in the chronological order that the goods are dispatched or work or services performed. | dilaksanakan atau jasa yang diberikan kepada seorang Pembeli diasuransikan sampai pada jumlah dari Batas Kredit yang ditentukan untuk Pembeli tersebut berdasarkan urutan kronologis saat barang diserahkan atau pekerjaan dilaksanakan atau jasa diberikan. | |||||
6.2 If a new Debt is added to outstanding Debts in | 6.2 Jika suatu Utang baru ditambahkan dalam | |||||
respect of previous insured goods dispatched or work or services performed to the same Buyer with the result that the Credit Limit is exceeded, the new Debt or part thereof shall only be included in the insurance cover if payment or part payment of the earlier Debts is made thereby permitting inclusion of the new Debt or part thereof within the Credit Limit. | Utang yang masih belum dibayar sehubungan dengan barang yang diserahkan atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan ke Pembeli yang sama yang dipertanggungkan sebelumnya dengan tidak melebihi Batas Kredit, Utang yang baru atau bagian dari padanya akan dimasukkan ke dalam jaminan asuransi ini hanya apabila pembayaran atau pembayaran sebagian dari Utang sebelumnya dibuat sehingga memungkinkan termasuknya Utang Baru atau bagian daripadanya ke dalam Batas Kredit. | |||||
This shall apply also in respect of goods dispatched or | Hal ini juga belaku terhadap barang yang diserahkan | |||||
work or services performed after a reduction in cover. | atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan setelah pengurangan dalam jaminan. | |||||
6.3 There will be no subsequent inclusion of | 6.3 Tidak akan ada pencantuman kemudian atas | |||||
uninsured Debts into the insurance cover as provided for in Article 6.2 above where cover under the Policy has been cancelled by the Insurer or when cover does not apply pursuant to Article 7.3 below or where the Policy has been terminated. | Utang yang tidak diasuransikan ke dalam jaminan asuransi seperti yang diatur dalam Pasal 6.2 di atas jika jaminan menurut Polis telah dibatalkan oleh Penanggung atau jika jaminan tidak berlaku menurut Pasal 7.3 di bawah atau jika Polis telah berakhir. | |||||
Article 7 – Extensions to Due Date | Pasal 7 – Perpanjangan atas Tanggal Jatuh Tempo | |||||
7.1 The Insured can agree an extension to the Due | 7.1 Tertanggung dapat menyetujui perpanjangan | |||||
Date or allow credit to run for a period beyond the Due Date up to the Maximum Extension Period stated in paragraph 5.1 of the Schedule provided that the Insurer has not previously cancelled cover in respect of the same Buyer and provided that the Insured has received no adverse information such as that listed in Articles 13.1.2-13.1.4 in respect of the same Buyer. | atas Tanggal Jatuh Tempo atau mengijinkan kredit berjalan untuk suatu jangka waktu yang melebihi Tanggal Jatuh Tempo sampai pada Jangka Waktu Perpanjangan Maksimum yang terdapat dalam paragraf 5.1 Ikhtisar dengan syarat Penanggung sebelumnya tidak membatalkan jaminan terhadap Pembeli yang sama dan dengan syarat Tertanggung tidak menerima informasi yang tidak bagus seperti yang terdapat dalam Pasal 13.1.2-13.1.4 sehubungan dengan Pembeli yang sama. | |||||
7.2 In all other cases extensions to a Due Date or | 7.2 Dalam hal lainnya perpanjangan atas Tanggal | |||||
allowing credit to run beyond the Due Date is only permissible with the prior written consent of the Insurer. | Jatuh Tempo atau pengijinan kredit berjalan melebihi Tanggal Jatuh Tempo hanya akan diterima dengan adanya persetujuan tertulis sebelumnya dari Penanggung. | |||||
7.3 Losses resulting from goods dispatched or | 7.3 Kerugian yang berasal dari barang yang | |||||
work or services performed at a time when an earlier insured or uninsured account with the same Buyer remains unpaid at the expiry of the Maximum Extension Period are not covered by this Policy. This applies regardless of whether any notification by the Insured of the non- payment of the account has been made to the Company. Once the overdue account or accounts have been paid cover shall be reinstated in respect of goods dispatched or work or services performed after the date of such payment but not for goods dispatched or work or services performed whilst the relevant account or accounts were overdue. | diserahkan atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan pada suatu waktu ketika akun sebelumnya untuk Pembeli yang sama yang diasuransikan atau yang tidak diasuransikan tetap tidak dibayar sampai batas waktu Jangka Waktu Perpanjangan Maksimum tidak dijamin dalam Polis ini. Hal ini berlaku tanpa memperhatikan apakah pemberitahuan dari Tertanggung telah dibuat ke Penanggung tentang akun yang tidak terbayar. Pada saat akun atau akun-akun yang tertunggak telah dibayar jaminan akan dipulihkan kembali atas barang yang diserahkan atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan setelah tanggal pembayaran tersebut tetapi tidak untuk barang yang diserahkan atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan selama akun atau akun-akun yang relevan tersebut tertunggak. | |||||
This shall also apply for Buyers for whom the Insured | Hal ini juga berlaku untuk Pembeli yang terhadapnya | |||||
has set itself a Credit Limit. | Tertanggung sendiri telah menetapkan Batas Kredit. | |||||
Article 8 – Insured Percentage | Pasal 8 – Persentase yang Diasuransikan | |||||
8.1 Unless a different percentage has been | 8.1 Kecuali jika persentase yang berbeda telah | |||||
specified in the approved Credit Limit obtained from the Insurer, the Insurer’s liability for each Insured Loss ascertained in accordance with Article 15 below and taking into account any First Loss noted in the Special Conditions (if applicable) below is limited to the percentage stipulated in paragraph 3 of the Schedule. The balance should be retained for the Insured’s own account. | ditetapkan dalam Batas Kredit yang disetujui yang diperoleh dari Penanggung, tanggung jawab Penanggung untuk setiap Kerugian yang Diasuransikan diketahui dengan pasti sesuai dengan Pasal 15 di bawah dan dengan memperhitungkan setiap Kerugian Pertama yang terdapat dalam Kondisi Khusus di bawah (jika dapat diterapkan) dibatasi untuk persentase yang ditentukan dalam paragraph 3 Ikhtisar. Selisihnya harus ditanggung sendiri olehTertanggung. | |||||
Article 9 – Premium and Credit Rating Fees | Pasal 9 – Biaya Premi dan Pemeringkatan Kredit | |||||
9.1 Details of the premium rate and the type of | 9.1 Perincian suku premi dan jenis perhitungan | |||||
premium calculation are given in paragraph 1 of the Schedule. The Insured is obliged to notify the details necessary for the calculation of premium to the Insurer at the time agreed. | premi yang diberikan dalam paragraf 1 Ikhtisar. Tertanggung diharuskan untuk memberitahukan perincian yang diperlukan untuk perhitungan premi ke Penanggung pada waktu yang disetujui. | |||||
9.2 The Insured shall promptly pay to the Insurer | 9.2 Tertanggung harus membayar premi dengan | |||||
the premium on the first day of the Policy Period and thereafter on the dates and in the installments or portions specified in paragraph 1.6 of the Schedule or immediately upon receipt of an invoice, whichever is the later. | segera kepada Penanggung pada hari pertama Jangka Waktu Polis dan selanjutnya pada tanggal dan dalam jumlah angsuran atau bagian daripadanya yang disebutkan dalam paragraph 1.6 Ikhtisar atau segera setelah menerima tagihan, mana saja yang lebih kemudian. | |||||
9.3 At the end of each Policy Year, the Insurer will | 9.3 Pada akhir setiap Tahun Polis, Penanggung | |||||
calculate the premium due to or from the Insured in respect of that Policy Year (or Policy Period if appropriate) after taking into account any Minimum Annual Premium and any information or details provided pursuant to a request by the Insurer and listed in paragraph 1.4 of the Schedule. | akan menghitung premi untuk atau dari Tertanggung sehubungan dengan Tahun Polis tersebut (atau Jangka Waktu Polis bilamana sesuai) setelah memperhitungkan Premi Tahunan Minimum dan informasi atau perincian yang diberikan yang sesuai dengan permintaan Penanggung dan dicantumkan dalam paragraph 1.4 Ikhtisar. | |||||
9.4 If payment of any premium or installment or | 9.4 Jika pembayaran premi atau angsuran atau | |||||
portion thereof in accordance with Article 9.2 is not made promptly the Insurer is entitled to terminate the Policy. The obligation of the Insured to pay the Minimum Annual Premium remains unaffected by such information. | bagian daripadanya sesuai dengan Pasal 9.2 tidak dilakukan dengan segera Penanggung berhak untuk membatalkan Polis. Kewajiban Tertanggung untuk membayar Premi Tahunan Minimum tetap tidak dipengaruhi oleh hal tersebut. | |||||
9.5 The Insured contributes to the costs for credit | 9.5 Tertanggung berkontribusi atas biaya-biaya | |||||
assessment and credit monitoring of the Insurer with credit rating fee per Buyer and insurance year mentioned in paragraph 2 of the Schedule. The Insured shall pay promptly to the Insurer the credit rating fees. | untuk penaksiran kredit dan pengawasan kredit dari Penanggung dengan biaya pemeringkatan kredit tiap Pembeli dan tahun asuransi yang disebutkan dalam paragraph 2 pada Ikhtisar. Tertanggung wajib membayar dengan segera ke Penanggung biaya pemeringkatan kredit. | |||||
Article 10 – Obligations of the Insured | Pasal 10 – Kewajiban Tertanggung | |||||
10.1 The insured must take all reasonable care in | 10.1 Tertanggung wajib melakukan tindakan kehati- | |||||
granting and withholding credit, both in respect of the amount and period of credit, and must manage all business insured with due care and diligence so as to avoid or minimize loss. The Insured must at all times take all practicable measures to ensure that all rights against Buyers or third parties in respect of the goods dispatched or work or services performed are preserved. | hatian yang wajar dalam memberikan dan menolak memberikan kredit, keduanya sehubungan dengan jumlah dan jangka waktu kredit, dan wajib mengatur semua bisnis yang diasuransikan dengan hati-hati dan seksama untuk mencegah atau memperkecil kerugian. Tertanggung wajib sepanjang waktu melakukan semua tindakan yang seharusnya untuk memastikan bahwa seluruh hak-hak Pembeli atau pihak ketiga yang berkaitan dengan barang yang diserahkan atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan dapat terlindungi. | |||||
10.2 The Insured must take all steps that the Insurer | 10.2 Tertanggung wajib melakukan seluruh langkah | |||||
may require to avoid or mitigate the amount of a potential or actual loss, including but not limited to the institution of legal proceedings and the engagement of the Company or a third party nominated or approved by the Company to carry out debt collection activities on its behalf. | yang diminta Penanggung untuk mencegah atau mengurangi jumlah kerugian potensial atau sebenarnya, termasuk tetapi tidak terbatas pada lembaga proses hukum dan pengaturan dari Penanggung atau pihak ketiga yang ditunjuk atau disetujui oleh Penanggung untuk melakukan penagihan utang atas namanya. | |||||
10.3 Where the Insurer or a third party nominated or | 10.3 Apabila Penanggung atau pihak ketiga yang | |||||
approved by the Insurer is engaged to carry out debt collection activities on its behalf, the Insured shall not take any steps to collect the debt or enter into any negotiations with the Buyer without the prior written consent of the Insurer. | ditunjuk atau disetujui Penanggung bertindak untuk menagih utang atas nama Tertanggung, Tertanggung tidak dapat menagih utang atau mengadakan negoisasi dengan Pembeli tanpa izin tertulis terlebih dahulu dari Penanggung. | |||||
10.4 The Insured must obtain written consent from | 10.4 Tertanggung wajib memperoleh izin tertulis dari | |||||
the Insurer before concluding any settlement, compromise or agreement with a Buyer in respect of payments due. | Penanggung sebelum memutuskan setiap penyelesaian, kompromi atau kesepakatan dengan Pembeli berkaitan dengan setiap pembayaran yang menjadi haknya. | |||||
10.5 If so required by the Insurer the Insured must, | 10.5 Jika diminta oleh Penanggung Tertanggung | |||||
whether before or after a claim has been made on this Policy, assign to the Insurer all rights it has against Buyers or third parties in respect of the relevant goods dispatched or work or services performed so that the Insurer may exercise or pursue these rights in respect of those goods or work or services. The Insurer reserves the right to enter into any settlement, compromise or agreement on behalf of the Insured in respect of those goods or work or services. The Insurer’s liability in respect of the exercise of the rights so assigned in respect of debt collection is limited to liability for deliberate default and gross negligence. | wajib, apakah sebelum atau setelah suatu klaim telah terjadi terhadap Polis ini, mengalihkan kepada Penanggung semua haknya terhadap Pembeli atau pihak ketiga berkaitan dengan barang yang diserahkan atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan sehingga Penanggung dapat mempergunakan atau mengejar hak tersebut berkaitan dengan barang atau pekerjaan atau jasa tersebut. Penanggung mempunyai hak untuk mengadakan suatu penyelesaian, kompromi atau kesepakatan atas nama Tertanggung sehubungan dengan barang atau pekerjaan atau jasa tersebut. Tanggung jawab Penanggung berkaitan dengan penggunaan hak yang dialihkan berkaitan dengan penagihan utang dibatasi untuk tanggung jawab terhadap gagal bayar yang disengaja dan kelalaian besar. | |||||
10.6 If so requested by the Insurer, the Insured must | 10.6 Jika diminta Penanggung, Tertanggung wajib | |||||
promptly provide the Insurer with all information and documents in its possession or control which the Insurer deems necessary for matters such as the assessment of credit risk, verification of the loss and the ascertainment of the amount of the loss or for debt collection purposes, and the Insured agrees to allow the Insurer to examine and take copies of any such documents. If so requested by the Insurer the Insured must take all reasonable steps to obtain documents and information in the possession of a third party relating to or connected with the Policy or any transaction between the Insured and a Buyer. | dengan segera memberikan kepada Penanggung seluruh informasi dan dokumen dalam kepemilikan atau pengawasannya yang dipandang perlu oleh Penanggung untuk hal- hal seperti penilaian resiko kredit, verifikasi kerugian dan penentuan jumlah kerugian atau untuk tujuan penagihan hutang, dan Tertanggung setuju untuk mengijinkan Penanggung memeriksa dan mengambil salinan atas setiap dokumen tersebut. Jika diminta oleh Penanggung Tertanggung wajib mengambil langkah-langkah yang wajar untuk memperoleh dokumen dan informasi dari pihak ketiga yang berkaitan atau terkait dengan Polis atau setiap transaksi antara Tertanggung dan Pembeli. | |||||
10.7 The Insured must promptly advise the Insurer | 10.7 Tertanggung wajib dengan segera | |||||
of any Recoveries which reduce the amount due in any way whatsoever. | memberitahukan Penanggung setiap recovery yang mengurangi jumlah yang terutang dalam apa pun itu. | |||||
10.8 The Insured agrees to comply with the | 10.8 Tertanggung setuju untuk memenuhi | |||||
obligations listed in Articles 10.1-10.7 above even after indemnification by the Insurer. | kewajiban-kewajiban yang terdapat dalam Pasal 10.1-10.7 di atas bahkan setelah pemberian ganti rugi oleh Penanggung. | |||||
Article 11 – Misrepresentation or Fraudulent Acts | Pasal 11 – Salah Penyajian atau Tindakan | |||||
Kecurangan | ||||||
11.1 Any misrepresentation whether fraudulent or | 11.1 Salah penyajian apakah kecurangan atau | |||||
otherwise, or any fraudulent act, conduct or claim by the Insured in relation to the Policy void. The Insured shall refund to the Insurer any payments made under the Policy but the Insurer may retain any premiums or installments or portions thereof. | lainnya, atau setiap tindakan, perbuatan atau klaim curang oleh Tertanggung berkaitan dengan menjadikan Polis tidak berlaku lagi. Tertanggung akan mengembalikan ke Penanggung setiap pembayaran yang dilakukan berdasarkan Polis tetapi Penanggung dapat menahan setiap premi atau angsuran atau bagian dari padanya. | |||||
Article 12 – Collection and legal costs | Pasal 12 – Biaya Penagihan dan Biaya Hukum | |||||
12.1 If legal proceedings are initiated or third parties | 12.1 Jika proses hukum dilakukan atau pihak ketiga | |||||
are engaged for the recovery of an insured Debt on the instruction or with the agreement of the Insurer, proper expenses resulting there from will be divided between the Insurer and the Insured in proportion to their respective shares in the loss. | diikutsertakan untuk recovery dari Utang yang diasuransikan sesuai dengan instruksi atau dengan persetujuan Penanggung, biaya-biaya yang dikeluarkan akan dibagi antara Penanggung dan Tertanggung secara proportional terhadap bagiannya masing- masing dalam kerugian tersebut. | |||||
12.2 The Insurer will not contribute to any collection | 12.2 Penanggung tidak akan berkontribusi terhadap | |||||
or legal costs which relate to a debt which is disputed at the date the costs are incurred. | setiap biaya penagihan atau biaya hukum yang berkaitan dengan utang dalam perselisihan pada waktu biaya-biaya tersebut timbul. | |||||
12.3 Costs arising in the normal course of the | 12.3 Biaya-biaya yang berasal dari kegiatan normal | |||||
Insured’s business, including but not limited to staff and administrative expenses, are not covered and shall be borne in full by the Insured. | dari bisnis Tertanggung, termasuk tetapi tidak terbatas pada biaya-biaya administratif dan pengeluaran karyawan, tidak dijamin dan akan ditanggung sepenuhnya oleh Tertanggung | |||||
Article 13 – Duty of Notification | Pasal 13 – Kewajiban Pemberitahuan | |||||
13.1 When making a Credit Limit application for a | 13.1 Ketika membuat aplikasi Batas Kredit untuk | |||||
Buyer the Insured must inform the Insurer whether, in respect of that Buyer, during the twelve months preceding the application for cover any of the following occurred: | Pembeli Tertanggung harus memberitahukan Penanggung apakah, sehubungan dengan Pembeli tersebut, selama dua belas bulan sebelum aplikasi untuk jaminan salah satu dari yang berikut ini diajukan: | |||||
13.1.1. any debts were not settled, or were not settled | 13.1.1. setiap hutang yang belum diselesaikan, atau | |||||
by the Due Date or any extensions thereto. Cheques, bills of exchange and direct debits will not constitute settlement until the date they are honoured; | belum diselesaikan pada Tanggal Jatuh Tempo atau setiap perpanjangannya. Cek, surat tagihan kurs dan pembebanan langsung belum merupakan penyelesaian hingga dapat diuangkan; | |||||
13.1.2. any bills of exchange were prolonged beyond | 13.1.2. setiap surat tagihan kurs diperpanjang melebihi | |||||
the original Due Date; | Tanggal Jatuh Tempo yang sebenarnya; | |||||
13.1.3. any cheques, bills of exchange or direct debits | 13.1.3. setiap cek, surat tagihan kurs atau | |||||
were not honoured for lack of funds; | pembebanan langsung yang tidak dapat diuangkan karena kekurangan dana; | |||||
13.1.4. the Insured received adverse information | 13.1.4. Tertanggung menerima informasi yang buruk | |||||
regarding the Buyer’s financial situation or its ability to settle Debts. | mengenai keadaan keuangan Pembeli atau kemampuan Pembeli untuk menyelesaikan utang. | |||||
13.2 Following submission of the Credit Limit | 13.2 Menyusul pengajuan aplikasi Batas Kredit | |||||
application the Insured must notify the Insurer immediately by fax or e-mail if any of the events listed under Article 13.1.2-13.1.4 occur. | Tertanggung wajib memberitahukan Penanggung dengan segera melalui fax atau email jika salah satu dari peristiwa-peristiwa dalam Pasal 13.1.2-13.1.4 terjadi. | |||||
13.3 The Insured must notify the Insurer of an | 13.3 Tertanggung wajib memberitahukan | |||||
overdue account by no later than the date specified in paragraph 5.3 of the Schedule. Prior notification under Article 13.1 or 13.2 of any matter in relation to a Buyer shall not release the Insured from the duty to notify overdue accounts by the date specified in paragraph 5.3 of the Schedule. | Penanggung tentang akun yang tertunggak yang tidak melebihi dari pada tanggal yang tercantum dalam paragraf 5.3 Ikhtisar. Pemberitahuan sebelumnya dalam Pasal 13.1 atau 13.2 tentang setiap hal yang berkaitan dengan Pembeli tidak akan membebaskan Tertanggung dari kewajiban untuk memberitahukan akun yang tertunggak dari tanggal yang tercantum dalam Pasal 5.3 pada Ikhtisar. | |||||
13.4 The Insured must notify the Insurer immediately | 13.4 Tertanggung harus memberitahukan | |||||
by fax or e-mail of the Insolvency of any of its Buyers. | Penanggung dengan segera melalui fax atau email tentang Insolvensi dari Pembelinya. | |||||
Article 14 – Confidentiality | Pasal 14 – Kerahasiaan | |||||
14.1 Any information given by the Insurer to the | 14.1 Setiap informasi yang diberikan oleh | |||||
Insured regarding the creditworthiness of any of its Buyers or of any third party is given in the strictest confidence and should be treated as such. The insured undertakes to indemnify the Insurer from any claims of its Buyers or third parties which may arise as a result of any disclosure by the Insured or its agent, unintentional or otherwise, of any confidential information given by the Insurer to the Insured. | Penanggung ke Tertanggung mengenai kelayakan kredit dari setiap Pembelinya atau dari setiap pihak ketiga diberikan secara rahasia dan harus diperlakukan demikian. Tertanggung memberikan ganti rugi ke Penanggung untuk setiap klaim dari Pembelinya atau pihak ketiga yang mungkin timbul karena pengungkapan oleh Tertanggung atau agen Tertanggung, tanpa disengaja atau lainnya, dari setiap informasi rahasia yang diberikan oleh Penanggung kepada Tertanggung. | |||||
14.2 Any information supplied by the Insurer to the | 14.2 Setiap informasi yang diberikan oleh | |||||
Insured including information regarding the creditworthiness of any of the Insured’s Buyers or of any third party shall not constitute a representation or warranty or guarantee as to the accuracy thereof and the Insured hereby waives any and all claims which it might have, whether in negligence or otherwise, against the Insurer in respect thereof. | Penanggung kepada Tertanggung termasuk informasi mengenai kelayakan kredit dari setiap Pembeli Tertanggung atau dari setiap pihak ketiga bukan merupakan suatu penyajian atau janji atau jaminan tentang ketepatan dari padanya dan dengan ini Tertanggung melepaskan setiap dan semua klaim yang ada, apakah karena kelalaian atau lainnya, terhadap Penanggung sehubungan dengan hal tersebut. | |||||
14.3 The termination of this Policy shall not affect | 14.3 Berakhirnya Polis ini tidak akan mempengaruhi | |||||
the continuation of the obligations under this Article. | kelanjutan kewajiban berdasarkan Pasal ini. | |||||
Article 15 – Payment of Claims/Ascertainment of | Pasal 15 – Pembayaran Klaim/Diketahui adanya | |||||
Kerugian | ||||||
15.1 The Insured must submit any claim under the Policy in respect of any Debt which remains unpaid following the occurrence of an Insured Event within three months of the occurrence of that Insured Event. | | 15,1 Tertanggung wajib menyampaikan setiap klaim berdasarkan Polis ini sehubungan dengan Utang yang tetap tidak dibayar menyertai terjadinya salah satu dari Peristiwa yang Diasuransikan dalam waktu tiga bulan dari terjadinya Peristiwa yang Diasuransikan tersebut. | ||||
15.2 The Insurer shall thereafter pay to the Insured the Insured Percentage of the Insured Loss (subject to any First Loss referred to in the Schedule) 30 days after receipt of all documentation and other evidence that the Insurer may require. The period of 30 days shall not run while the Buyer rightfully refuses payment of the debt or while the Buyer claims he is justified in withholding payment and the Insurer is satisfied that a dispute exists between the Insured and the Buyer which has not been resolved by them or by arbitration or legal proceedings. | | 15.2 Penanggung kemudian akan membayar kepada Tertanggung Persentase yang Diasuransikan dari Kerugian yang Diasuransikan (tunduk pada Kerugian Pertama yang tertera pada Ikhtisar) 30 hari setelah menerima seluruh dokumen dan bukti lainnya yang diminta Perusahaan. Jangka Waktu 30 hari tidak akan berjalan pada saat Pembeli berhak menolak pembayaran utang atau pada saat Pembeli mengklaim bahwa benar dia dibenarkan untuk menolak memberikan pembayaran dan Penanggung mengakui bahwa perselisihan terdapat diantara Tertanggung dan Pembeli yang belum dapat terselesaikan oleh mereka atau melalui arbitrase atau proses hukum. | ||||
15.3 In calculating the loss, any Recoveries received from a Buyer before the termination of this Policy or cancellation or lapse of cover will be allocated to those amounts outstanding from the same Buyer in chronological order of their Due Dates or any extensions thereto. Any Recoveries received after termination, cancellation, lapse of cover or the occurrence of an Insured Event will be allocated on a pro rata basis to the insured and uninsured accounts outstanding at the date of termination, cancellation, lapse or Insured Event, whichever is the first to occur and regardless of any other agreement that may exist between the Insured and the Buyer. | | 15,3 Dalam menghitung kerugian, setiap Recovery yang diterima dari Pembeli sebelum penghentian Polis ini atau pembatalan atau berakhirnya jaminan akan dialokasikan terhadap jumlah yang masih belum dibayar dari Pembeli yang sama berdasarkan urutan kronologis dari Tanggal Jatuh Temponya atau setiap perpanjangannya. Setiap Recovery yang diterima setelah penghentian, pembatalan atau berakhirnya jaminan atau terjadinya Peristiwa yang Diasuransikan akan diberikan secara proporsional pada akun yang diasuransikan atau tidak diasuransikan yang masih belum dibayar pada tanggal penghentian, pembatalan, berakhirnya atau Peristiwa yang Diasuransikan, yang mana lebih dahulu terjadi dan tanpa memperhatikan perjanjian lainnya yang mungkin ada di antara Tertanggung dan Pembeli. | ||||
15.4 If the amount of loss has not been definitely established within the time stipulated in Article 15.2 above then the Insurer will make a provisional loss calculation, estimating the amounts to be deducted insofar as these amounts have not already been established. | | 15,4 Jika jumlah kerugian belum ditentukan dengan pasti dalam waktu yang ditetapkan dalam Pasal | ||||
15.5 If any Recoveries as referred to in Article 15.3 | 15.5 Jika setiap Recovery seperti terdapat pada | |||||
above have not been included in the provisional loss calculation then the Insured must notify the Insurer of this immediately, and a revised calculation will be carried out. | Pasal 15.3 di atas tidak dimasukkan dalam perhitungan kerugian sementara maka Tertanggung wajib memberitahukan Penanggung mengenai hal ini dengan segera, dan dilakukan perhitungan revisi. | |||||
15.6 The Insured agrees to remit to the Insurer | 15.6 Tertanggung setuju untuk mengirimkan ke | |||||
immediately on receipt any Recoveries received by it in respect of a Debt for which the Insurer has already indemnified it. | Penanggung dengan segera setelah menerima Recovery yang diterima sehubungan dengan utang yang untuk itu Penanggung telah memberikan ganti rugi. | |||||
15.7 If the Insured does not pay any amount owing | 15.7 Jika Tertanggung tidak membayar sejumlah | |||||
to the Insurer under this Policy (whether under this Article or otherwise) when such amount falls due, the Insurer may (without limitation to its other rights arising under this Policy or otherwise) set off that amount against any obligation of the Insurer to make any payment to the Insured. | utang ke Penanggung berdasarkan Polis ini (apakah berdasarkan Pasal ini atau lainnya) pada saat jumlah tersebut jatuh tempo, Penanggung dapat (tanpa membatasi hak-hak lainnya yang timbul dari Polis ini atau lainnya) men-set-off jumlah tersebut terhadap kewajiban Penanggung untuk melakukan pembayaran kepada Tertanggung. | |||||
Article 16 – Breach of Insured’s Obligations | Pasal 16 – Pelanggaran atas Kewajiban | |||||
Tertanggung | ||||||
16.1 Compliance by the Insured with all its | 16.1 Kepatuhan Tertanggung atas semua | |||||
obligations under this Policy shall be a condition precedent to the Insurer’s liability under the Policy. Additionally in the event of non- compliance: | kewajibannya berdasarkan Polis ini merupakan prasyarat dari tanggung jawab Penanggung atas jaminan berdasarkan Polis ini. Sebagai tambahan dalam hal ketidakpatuhan: | |||||
16.1.1. the Insured shall have no right to reclaim any | 16.1.1. Tertanggung tidak mempunyai hak untuk | |||||
premium paid under the Policy; | menuntut kembali premi yang telah dibayar berdasarkan Polis ini; | |||||
16.1.2. the Insured shall immediately pay the Minimum | 16.1.2. Tertanggung wajib dengan segera membayar | |||||
Annual Premium or any outstanding part of it; and | Premi Tahunan Minimum atau bagian yang masih belum dibayar; dan | |||||
16.1.3. the Insurer’s shall have the right to terminate | 16.1.3. Penanggung mempunyai hak untuk | |||||
the Policy. | menghentikan berlakunya Polis ini. | |||||
Article 17 – Subrogation | Pasal 17 – Subrogasi | |||||
17.1 The Insurer’s has full rights of subrogation in | 17.1 Penanggung mempunyai hak penuh atas | |||||
respect of any rights, privileges and remedies the Insured has against a Buyer or a third party up to the entire amount indemnified by the Insurer’s in respect of the same Buyer. | subrogasi sehubungan dengan hak, hak istimewa dan pemulihan yang dimiliki Tertanggung terhadap Pembeli atau pihak ketiga sampai pada seluruh jumlah yang diberikan ganti rugi oleh Penanggung sehubungan dengan Pembeli yang sama. | |||||
17.2 The Insured undertakes that at the request of | 17.2 Tertanggung berusaha bahwa atas permintaan | |||||
the Insurer’s it will carry out all necessary actions for the transfer to the Insurer’s of all its rights, privileges and remedies as referred to in Article 17.1 above. | Penanggung Tertanggung akan melakukan seluruh tindakan yang perlu untuk mengalihkan kepada Penanggung seluruh hak, hak istimewa dan pemulihan yang dimilikinya seperti yang terdapat dalam Pasal 17.1 di atas. | |||||
17.3 The Insured’s obligations set out under Articles | 17.3 Kewajiban Tertanggung yang diatur dalam | |||||
10, 13, 14 and 15 above remain in force even after the transfer of all rights, privileges and remedies to the Insurer’s. | Pasal 10,13, 14 dan 15 di atas tetap berlaku bahkan setelah pengalihan seluruh hak, hak istimewa dan pemulihan ke Penanggung. | |||||
Article 18 – Maximum Liability | Pasal 18 – Tanggung Jawab Maksimum | |||||
18.1 The total amount payable in respect of losses | 18.1 Total jumlah yang dapat dibayar sehubungan | |||||
resulting from all Insured Events occurring in each Policy Year is limited to the amount specified in paragraph 4 of the Schedule. | dengan kerugian yang timbul dari Peristiwa yang Diasuransikan yang terjadi dalam setiap Tahun Polis dibatasi sampai pada jumlah yang tercantum dalam paragraph 4 Ikhtisar. | |||||
18.2 Where an Insured Event occurs after | 18.2 Apabila Peristiwa yang Diasuransikan terjadi | |||||
termination of the Policy any amount payable in respect of those losses will be allocated to the last Policy Year. | setelah penghentian Polis jumlah yang dapat dibayar sehubungan dengan kerugian-kerugian tersebut akan dialokasikan ke Tahun Polis terakhir. | |||||
Article 19 – Assignment of Right to Payment of a | Pasal 19 – Pengalihan Hak atas Pembayaran Klaim | |||||
Claim | ||||||
19.1 The Insured may not transfer or assign this | 19.1 Tertanggung tidak dapat memindahkan atau | |||||
Policy or any of its benefits without the prior written consent of the Insurer. | mengalihkan Polis ini atau seluruh manfaatnya tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penanggung. | |||||
19.2 Assigment of the right to payment of a claim | 19.2 Pengalihan hak atas pembayaran klaim | |||||
under the Policy is only permitted with the prior written consent of the Insurer. Any such assignment must provide that all rights privileges and remedies which the Company has against the Insured will also be effective against the assignee. The Insurer shall have no obligation to give any notice to or otherwise communicate with any person apart from the Insured notwithstanding the assignment and the obligations of the Insured under the Policy will also continue notwithstanding the assignment. | berdasarkan Polis ini hanya diizinkan dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penanggung. Pengalihan yang dimaksud harus mengatur bahwa seluruh hak, hak istimewa dan pemulihan yang dimiliki Perusahaan terhadap Tertanggung juga akan berlaku terhadap si penerima. Penanggung tidak memiliki kewajiban untuk memberikan pemberitahuan kepada atau lainnya berkomunikasi dengan setiap orang selain dari pada Tertanggung meskipun pengalihan dan kewajiban Tertanggung berdasarkan Polis ini juga akan terus berjalan meskipun ada pengalihan. | |||||
Article 20 – Policy Currency | Pasal 20 – Mata Uang Polis | |||||
20.1 In the event payment of premium and or claims | 20.1 Dalam hal pembayaran premi dan atau klaim | |||||
of the Insurance Policy expressed in foreign currency shall be in Rupiah, such payment shall be made using the exchange rate issued by Bank Indonesia on payment date. | dari Polis Asuransi dengan mata uang asing dilakukan dengan mata uang rupiah, pembayaran tersebut harus menggunakan kurs yang ekivalen yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada saat pembayaran. | |||||
20.2 Recoveries received from a buyer shall be | 20.2 Recovery yang diterima dari pembeli akan | |||||
converted by using the mean spot rate of exchange so quoted for the day the recoveries were received. | dikonversikan dengan menggunakan kurs yang ekivalen yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada saat Recovery diterima. | |||||
20.3 Such exchange rate as stated in article 20.1 | 20.3 Kurs yang ekivalen sebagaimana dimaksud | |||||
shall be equivalent to the foreign currency which should be received by the beneficiary if the payment were made in the said foreign currency. | dalam pasal 20.1 harus menghasilkan sejumlah mata uang asing yang seharusnya diterima oleh si penerima pembayaran tersebut apabila pembayaran dilakukan dengan mata uang asing dimaksud. | |||||
20.4 In policies using Rupiah indices, payment of | 20.4 Dalam polis Asuransi dengan indeks Rupiah, | |||||
premium of benefits shall be based on the index ratio applicable on payment date | pembayaran premi atau manfaat harus didasarkan pada rasio indeks yang berlaku pada saat pembayaran. | |||||
Article 21 – Insolvency | Pasal 21 – Insolvensi | |||||
21.1 In the event of insolvency of the Buyer, the | 21.1 Dalam hal terjadi Insolvensi atas Pembeli maka | |||||
Insurer will pay the claim to/of the Insured in accordance with the term and condition stipulated in the Policy | penanggung akan melakukan pembayaran klaim kepada Tertanggung sesuai dengan ketentuan dan syarat yang diatur dalam Polis. | |||||
21.2 Dalam hal terjadi Insolvensi atas Tertanggung | 21.2 In the event of the Insolvency of the Insured the | |||||
Polis akan berakhir sebagai akibat dari Insolvensi. Penanggung berhak menahan seluruh premi sampai dengan dan termasuk tanggal Insolvensi. Tertanggung harus dengan segera membayar semua premi yang terutang dan yang dapat dibayarkan sampai dengan dan termasuk tanggal Insolvensi termasuk selisihnya Premi Tahunan Minimum untuk Tahun Polis dimana penghentian Polis akan berlaku tanpa memperhatikan jangka waktu saat Penanggung menanggung resiko dan Penanggung berhak untuk menerima dan menahan premi yang sama. | Policy will terminate with effect from the Insolvency. The Insurer shall be entitled to retain all premiums up to and including the date of the Insolvency. The Insured shall immediately pay all premiums due and payable up to and including the date of insolvency including any balance of the Minimum Annual Premium for the Policy Year in which termination shall take effect regardless of the period for which the Insurer was at risk and the Company shall be entitled to receive and retain the same. | |||||
Article 22 – Renewal of Policy | Pasal 22 – Perpanjangan Polis | |||||
22.1 The Policy will be renewed from year to year | 22.1 Polis akan diperpanjang dari tahun ke tahun | |||||
unless notice of cancellation in writing from either party is given 2 months before the end of the Policy Period. | kecuali adanya pemberitahuan tentang pembatalan secara tertulis dari salah satu pihak diberikan 2 bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Polis. | |||||
Article 23 – Termination of Insurance | Pasal 23 – Penghentian Pertanggungan | |||||
23.1 Other than those stipulated in article 1 | 23.1 Selain dari hal-hal yang diatur pada pasal 1 | |||||
paragraph (1.2), the Insurer and the Insured are respectively entitled to terminate this Insurance at any time by giving the reason. | ayat (2), Penanggung dan Tertanggung masing- masing berhak setiap waktu menghentikan pertanggungan ini dengan memberitahukan alasannya. | |||||
Such notification of termination shall be made in writing by registered letter by the party who wants the termination to the other party at their latest known address. The insurer is released from all liabilities under this Policy within 5 (five) calendar days from the dispatch date of the notification. | Pemberitahuan penghentian dimaksud dilakukan secara tertulis melalui surat tercatat oleh pihak yang menghendaki penghentian pertanggungan kepada pihak lainnya di alamat terakhir yang diketahui. Penanggung bebas dari segala kewajiban berdasarkan polis ini, 5 (lima) hari kalender terhitung sejak tanggal pengiriman surat tercata atas pemberitahuan tersebut. | |||||
23.2 Should there be any termination of insurance as | 23.2 Apabila terjadi penghentian pertanggungan | |||||
stated in paragraph (23.1) above, a refund premium shall be made on prorate basis for the unexpired insurance period, after being deducted by the Insureris acquisition cost. However, in case this insurance terminated by the Insured whereas during the insurance period already lapsed there be a claim exceeding the premium stated in the Schedule, the Insured shall not be entitled to any refund premium for the unexpired insurance period. | sebagaimana dimaksud pada ayat (22.1) diatas, premi akan dikembalikan secara prorata untuk jangka waktu pertanggungan yang belum dijalani, setelah dikurangi biaya akusisi Penanggung. Namun demikian, dalam hal penghentian pertanggungan dilakukan oleh tertanggung dimana selama jangka waktu pertanggungan yang telah dijalani, telah terjadi klaim yang jumlahnya melebihi jumlah premi yang tercantum dalam Ikhtisar Pertanggungan, maka Tertanggung tidak berhak atas pengembalian premi untuk jangka waktu pertanggungan yang belum dijalani. | |||||
Article 24 – Termination of Insurance | Pasal 24 – Perubahan atau Modifikasi Polis | |||||
24.1 Alterations or modifications to the Policy are | 24.1 Perubahan atau modifikasi Polis hanya sah | |||||
only valid if confirmed in writing by the Insurer. Confirmation on the Insurer’s letterhead by fax or by computer-produced letter without signature is sufficient confirmation. | apabila dikonfirmasikan secara tertulis oleh Penanggung. Konfirmasi dengan menggunakan kop surat Penanggung melalui fax atau surat yang dibuat dengan komputer tanpa tanda tangan merupakan konfirmasi yang cukup. | |||||
Article 25 – The Proposal and the Credit | Pasal 25 – Proposal dan Kuesioner Manajemen | |||||
Management Questionnaire | Kredit | |||||
25.1 The Proposal and the Credit Management | 25.1 Proposal dan Kuesioner Manajemen Kredit | |||||
Questionnaire made by the Insured is specifically accepted by the Insured and the | yang dibuat oleh Tertanggung secara khusus diterima oleh Tertanggung dan Penanggung | |||||
Insurer as being the basis of the contract | yang menjadi dasar terhadap isi kontrak pada | |||||
contained in the Policy and forms part of the Policy. | Polis dan membentuk bagian pada Polis. | |||||
25.2 The Insured warrants that the information | 25.2 Tertanggung berjanji bahwa informasi yang | |||||
supplied in the Proposal and the Credit Management Questionnaire was true at the date of the Proposal and the Credit Management Questionnaire and at the date when the Insurer agreed to issue the Policy. | terdapat dalam Proposal dan Kuesioner Manajemen Kredit adalah benar pada hari Proposal dan Kuesioner Manajemen Kredit dan pada hari Penanggung setuju untuk menerbitkan Polis. | |||||
25.3 The Insured warrants that it will immediately | 25.3 Tertanggung berjanji bahwa Tertanggung akan | |||||
notify the Insurer of any material change to the information supplied in the Proposal and the Credit Management Questionnaire or of any other material facts affecting the Policy including but not limited to any changes in the type of business done, the terms of payment, the conditions of sale or the credit management or trading procedures as set out in the Proposal and the Credit Management Questionnaire. | dengan segera memberitahukan Penanggung perubahan material terhadap informasi yang disampaikan dalam Proposal dan Kuesioner Manajemen Kredit atau fakta materiil lainnya yang mempengaruhi Polis termasuk tetapi tidak terbatas pada perubahan yang ada dalam jenis bisnis yang dilakukan, syarat-syarat pembayaran, kondisi penjualan atau manajemen kredit atau prosedur perdangangan seperti yang dikemukakan dalam Proposal dan Kusioner Manajemen Kredit. | |||||
25.4 The warranties in Article 24.2-24.3 above do not | 25.4 Janji-janji dalam Pasal 24.2-24.3 di atas tidak | |||||
limit any legal obligation or duty on the Insured to disclose to the Insurer all material facts and circumstances and to act with the utmost good faith at all times. | membatasi kewajiban hukum atau tugas Tertanggung untuk mengungkapkan kepada Penanggung semua keadaan dan fakta material dan untuk bertindak dengan itikad baik sepanjang waktu. | |||||
25.5 At the time of any alteration of modification to | 25.5 Pada saat ada perubahan atau modifikasi | |||||
the Policy the Insured must disclose to the Insurer all material facts and circumstances. Any failure to do so will render the modification or alteration void and instead the Policy terms prior to the modification or alteration will continue to apply. | terhadap Polis Tertanggung wajib mengungkapkan kepada Penanggung semua keadaan dan fakta materiil. Kegagalan untuk melakukannya akan membuat perubahan atau modifikasi menjadi tidak berlaku lagi dan sebagai gantinya syarat-syarat Polis sebelum mengalami perubahan atau modifikasi akan terus berlaku. | |||||
Article 26 – Proper Law and Jurisdiction | Pasal 26 – Hukum dan Yurisdiksi yang Tepat | |||||
26.1 This Policy is governed by and shall be | 26.1 Polis ini ditentukan oleh dan akan dipahami | |||||
construed in accordance with the English Law in relation to, or in connection with, all disputes which may arise out of or in connection with this Policy. | menurut Hukum Inggris sehubungan dengan, atau terkait dengan, semua perselisihan yang dapat timbul dari atau terkait dengan Polis ini. | |||||
Article 27 – Dispute | Pasal 27 – Perselisihan | |||||
In the event of any dispute arising between the Insurer and the Insured as consequence of the interpretation of liability or amount of indemnity of this Policy, the dispute shall be settled amicably within 60 (sixty) calendar days from the dispute arose. The dispute arises since the Insured or the Insurer has expressed in writing his disagreement on the subject matter of the dispute. If the dispute arises could not be settled amicably, the Insurer shall give the option to the Insured to elect either one of the following dispute clauses as stated below, and such choice could not be witdrawn or revoked. The Insured must notify his choice in writing to the Insurer within 30 (thirty) calendar days from the disagreement. If the Insured fails notify his choice within such period, the Insurer shall have the rights to elect either one of the following dispute clauses. | Apabila timbul perselisihan Antara Penanggung dan Tertanggung sebagai akibat dari penafsiran atas tanggung jawab atau besarnya ganti rugi dari Polis ini, maka perselisihan tersebut akan diselesaikan melalui perdamaian atau musyawarah dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari kalender sejak timbulnya perselisihan. Perselisihan timbul sejak Tertanggung atau Penanggung menyatakan secara tertulis ketidaksepakatan atas hal yang diperselisihkan. Apabila penyelesaian perselisihan melalui perdamaian atau musyawarah tidk dapat dicapai, Penanggung memberikan kebebasan kepada Tertanggung untuk memilih salah satu dari klausul penyelesaian sengketa sebagaimana diatur di bawah ini, untuk selanjutnya tidak dapat dicabut atau dibatalkan. Tertanggung wajib untuk memberitahukan pilihannya tersebut secara terulis kepada Penanggung dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak tidak tercapainya kesepakatan tersebut. Apabila Tertanggung tidak memberitahukan pilihannya dalam kurun waktu tersebut, maka Penanggung berhak memilih salah satu klausul penyelesaian sengketa dimaksud. | |||||
A. Settlement of Dispute through Arbitration | A. Klausul Penyelesaian Sengketa melalui | |||||
Clause | Arbitrase | |||||
It is hereby declared and agreed thet the | Dengan ini dinyatakan dan disepakati bahwa | |||||
Insured and the Insurer shall settle the dispute through Arbitration Ad Hoc as follows: | Tertanggung dan Penanggung akan melakukan usaha penyelesaian sengketa melalui Arbitrase Ad Hoc sebagai berikut : | |||||
1. The Arbitration Ad Hoc consist of 3 (three) | 1. Majelis Arbitrase Ad Hoc terdiri dari 3 (tiga) | |||||
Arbitors. The Insured and Insurer shall each appoint one Arbitration within 30 (thirty) calendar days from the date of the receipt of the written notification, then the two Arbitors shall choose days from the date of appointment of the third Arbitor within 14 (fourteen) calendar days from the date of appoinmentof the second Arbitrator. The third Arbitrator shall act as Umpire of the Arbitratration Ad Hoc. | orang Arbiter. Tertanggung dan Penanggung masing-masing menunjuk seorang Arbiter dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah diterimanya pemberitahuan, yang kemudian kedua Arbiter tersebut memilih dan menunjuk Arbiter ketiga dalam waktu 14 (empat belas) hari kalender setelah Arbiter yang kedua ditunjuk. Arbiter ketiga menjadi Ketua Majelis Arbitrase Ad Hoc. | |||||
2. Should there be any failures as to the | 2. Dalam hal terjadi ketidaksepakatan dalam | |||||
appointment of third Arbitrator, the Insured and or the Insurer could request the Chairman of the Court (Ketua Pengadilan Negeri) where the defendant domiciles to appoint the Arbitrators and or the Umpire. | penunjukan Arbiter ketiga, Tertanggung dan atau Penanggung dapat mengajukan permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya dimana termohon bertempat tinggal untuk menunjuk para Arbiter dan atau ketua Arbiter. | |||||
3. The examination of the dispute shall be settled within 180 (one hundred and eighty) calendar days from the date of the formation of the Arbitration Ad Hoc. The period of examination of the case could be extended. Upon the agreement of both parties and if it is deemed necessary by the Arbitration Ad Hoc, the period of examination of the dispute could be extended. | 3. Pemeriksaan atas sengketa harus diselesaikan dalam waktu paling lama 180 (seratus delapan puluh) hari sejak Majelis Arbitrase Ad Hoc terbentuk. Dengan persetujuan para pihak dan apabila dianggap perlu oleh Majelis Arbitrase Ad Hoc, jangka waktu pemeriksaan sengketa dapat diperpanjang. | |||||
4. The Arbitration award is final and | 4. Putusan Arbitrase bersifat final dan | |||||
enforceable at law and binding the Insured and the Insurer. Should the Insured and or the Insurer fail to comply with the arbitration with the arbitration award, then the award shall be executed under the order of the Chariman of the Court (Ketua Pengadilan Negeri) where the defendant domiciles at the request of the other party in dispute. | mempunyai kekuatan hukum tetap dan mengikat Tertanggung dan Penanggung. Dalam hal Tertanggung dan atau Penanggung tidak melaksanakan putusan Arbitrase secara sukarela, putusan dilaksanakan berdasarkan perintah Ketua Pengadilan negeri yang daerah hukumnya dimana termohon bertempat tinggal atas permohonan salah satu pihak yang bersengketa. | |||||
5. Other matters which are not provided | 5. Untuk hal-hal yang belum diatur dalam | |||||
under this clause shall be subject to the provisons of law on arbitration, which currently be the Act of the Republic of Indonesia Nr.30 year 1999 dated August 12, 1999 regarding Arbitration and Alternative Dispute Resolution. | pasal ini berlaku ketentuan yang diatur dalam undang-undang tentang Arbitrase yang untuk saat ini adalah Undang- Undang Republik Indonesia No.30 Tahun 1999 tanggal 12 Agustus 1999 tentang Arbitrase dan alternative Penyelesaian Sengketa. | |||||
B. Settlement of Dispute through Court Clause. | B. Klausul Penyelesaian Sengketa melalui | |||||
Pengadilan | ||||||
It is hereby declared and agreed that the Insured and the Insurer shall settle the dispute through the Court (Pengadilan Negeri) where the defendant domiciles. | Dengan ini dinyatakan dan disepakati bahwa Tertanggung dan Penanggung akan melakukan usaha penyelesaian sengketa melalui | |||||
. | ||||||
Definition | Definisi | |||||
Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya | ||||||
dimana termohon bertempat tinggal. | ||||||
“Article” – an Article in the General Conditions of Insurance. | “Pasal” – Pasal dalam Kondisi Umum Asuransi. | |||||
“Buyer” – the customer, being a body buying from the | “Pembeli” – konsumen, suatu badan yang membeli dari | |||||
Insured in the course of its business, including sole traders but excluding public buyer such as Government departments, public regional or local authorities, nationalized undertakings, any agencies thereof, and companies in which the Insured directly or indirectly holds a majority interest or in which the Insured can exert a controlling influence on management decisions or companies which directly or indirectly hold a majority interest in the Insured or which can exert a controlling influence on management decisions of the Insured. | Tertanggung dalam kegiatan bisnisnya, termasuk pedagang tunggal tapi tidak termasuk pembeli pemerintahan seperti departemen Kepemerintahan, pemerintah umum daerah atau lokal, pengusaha nasional, lembaga-lembaga dari padanya, dan perusahaan dimana Tertanggung secara langsung atau tidak langsung memegang kepentingan mayoritas atau dimana Tertanggung dapat menggunakan kekuasaan yang mempengaruhi terhadap keputusan manajemen atau perusahaan yang secara langsung atau tidak langsung memegang kepentingan mayoritas terhadap Tertanggung atau yang dapat menggunakan kekuasaan yang mempengaruhi keputusan manajemen dari Tertanggung. | |||||
“Credit Limit” – The maximum amount of credit set for a | “Batas Kredit” – Jumlah maksimum kredit yang | |||||
Buyer by the Insurer, or, where the Insured as permitted by the Policy has itself set the amount of credit for a Buyer and this has not been overruled by the Insurer, the maximum amount of credit set for a Buyer by the Insured. | ditentukan bagi seorang Pembeli oleh Penanggung, atau dimana Tertanggung yang dibolehkan sesuai dengan Polis telah menentukan sendiri jumlah kredit untuk seorang Pembeli dan hal ini tidak dikesampingkan oleh Penanggung, jumlah maksimum kredit yang ditentukan untuk seorang Pembeli oleh Tertanggung. | |||||
“Debt” – The amount owed by the Buyer to the Insured | “Utang” – Jumlah yang diberikan Pembeli ke | |||||
in respect of goods dispatched, or work or services performed to the Buyer excluding any other taxes and any interest payable. | Tertanggung sehubungan dengan barang yang diserahkan, atau pekerjaan yang dilaksanakan atau jasa yang diberikan ke Pembeli tidak termasuk pajak- pajak dan pembayaran bunga yang ada. | |||||
Discretionary Limit” – means the amount (if any) | “Discretionary Limit” – berarti jumlah (jika ada) yang | |||||
specified in paragraph 6.2 and the Table to the Schedule. | tercantum dalam paragraf 6.2 dan Tabel pada Ikhtisar. | |||||
“Dispatch” – means the goods have been passed to the | “Penyerahan” – berarti barang-barang yang telah | |||||
first independent carrier for transport to the place where the Buyer is obliged to accept them; or if there is no independent carrier, the goods have been deposited into the possession of the Buyer or a third party agent who agrees to hold the goods to the order of the Buyer. | diteruskan ke pengangkut independen yang pertama untuk dipindahkan ke suatu tempat dimana Pembeli diharuskan untuk menerimanya; atau jika tidak ada pengangkut independen, barang-barang yang telah ditempatkan ke dalam kepemilikan Pembeli atau agen pihak ketiga yang setuju untuk menyimpan barang tersebut atas perintah Pembeli. | |||||
“Due date” – the date upon which payment by the | “Tanggal Jatuh Tempo” – tanggal dimana pembayaran | |||||
Buyer is contractually due disregarding any variations thereto. | oleh Pembeli berdasarkan perjanjian jatuh tempo dengan tanpa memperdulikan variasi padanya. | |||||
“GCI” – means the General Conditions of Insurance. | “GCI” – berarti Kondisi Umum Asuransi. | |||||
“Insolvency” – shall be deemed to occur when: | “Insolvensi” – akan dianggap terjadi pada saat: | |||||
(i) The Buyer is declared bankrupt; or | (i) Pembeli dinyatakan bangkrut; atau | |||||
(ii) If the Buyer is a company, an order is made or | (ii) JIka Pembeli adalah suatu Perusahaan, sebuah | |||||
a resolution passed for its winding up; or | perintah dibuat atau resolusi diterbitkan untuk likuidasinya; atau | |||||
(iii) An order for administration of the Buyer’s | (iii) Perintah untuk menyelenggarakan kegiatan | |||||
affairs or for the appointment of a provisional liquidator or judicial manager has been made by a Court or any order has been made by the Court protecting a Buyer from its creditors; or | Pembeli atau untuk penunjukan seorang likuidator sementara atau judicial manager telah dibuat oleh Pengadilan atau perintah telah dibuat oleh Pengadilan untuk melindungi Pembeli dari Krediturnya; atau | |||||
(iv) A scheme of arrangement has been approved | (iv) Skema pengaturan telah disetujui oleh | |||||
by the Court except in the case where the Buyer is solvent; or | Pengadilan kecuali dalam kasus dimana Pembeli sanggup membayar utangnya; atau | |||||
(v) In the course of execution of a judgement, the | (v) Dalam pelaksanaan pengadilan, hasil dari | |||||
levy of execution has not satisfied the debt in full; or | eksekusi telah tidak mencukupi utang secara penuh; atau | |||||
(vi) The Buyer has made a valid assignment, | (vi) Pembeli telah membuat atau pengalihan, | |||||
composition or other arrangement for the benefit of its creditors generally; or | komposisi atau pengaturan lain yang sah untuk keuntungan kreditur secara umum; atau | |||||
(vii) A receiver is appointed on behalf of debenture | (vii) Seorang kurator telah ditunjuk atas nama | |||||
holders or other creditors of the Buyer; or | pemegang surat utang atau kreditur lainnya dari Pembeli; atau | |||||
(viii) Such conditions exist as are by any other | (viii) Kondisi-kondisi tersebut ada menurut suatu | |||||
system of law substantially equivalent in effect to any of the above conditions; | sistem hukum yang pada pokoknya ekivalen berlaku atas kondisi di atas. | |||||
And “Insolvent” shall be construed accordingly. | Dan “Insolven” akan ditafsirkan sesuai dengan di atas. | |||||
“Insured Country” – means a country listed in | “Negara Yang Diasuransikan” – berarti suatu Negara | |||||
paragraph 6.1 of the Schedule. | yang terdapat dalam paragraf 6.1 pada Ikhtisar. | |||||
“Insured Event” – means those events stipulated in Article 3 GCI. | “Kejadian yang Diasuransikan” – berarti kejadian- kejadian yang telah ditentukan dalam Pasal 3.1 GCI. | |||||
“Insured Loss” – means that amount of a Debt as shall | “Kerugian yang Diasuransikan” – berarti jumlah utang | |||||
not exceed the Credit Limit and which remains unpaid following the occurrence of an Insured Event. | yang tidak melebihi Batas Kredit dan yang tetap tidak dibayar yang diikuti dengan terjadinya Kejadian Yang Diasuransikan. | |||||
“Insured Percentage” – has the definition given to it in Article 8 GCI. | “Persentase yang Diasuransikan” – mempunyai definisi yang diberikan dalam Pasal 8 GCI. | |||||
“Maximum Extension Period” – means the period | “Jangka Waktu Perpanjangan Maksimum” – berarti | |||||
shown in paragraph 5.1 of the Schedule. | jangka waktu yang telah ditunjukkan dalam paragraf 5.1 dari Ikhtisar. | |||||
“Minimum Annual Premium” – means the amount | “Premi Tahunan Minimum” – berarti jumlah yang | |||||
shown in paragraph 1.3 of the Schedule to be paid in each Policy Year. | terdapat dalam paragraph 1.3 dari Ikhtisar yang dibayarkan dalam setiap Tahun Polis. | |||||
“Notice” – means written notice which, unless | “Pemberitahuan” – berarti pemberitahuan tertulis yang, | |||||
otherwise specified, will take effect from the time it is received. The date on the transmission report of any fax is deemed to be the date of receipt. A letter is deemed to be received on the second business day after posting. | kecuali kalau ditentukan lain, akan mulai berlaku dari saat pemberitahuan diterima. Tanggal pengiriman laporan pada fax dianggap menjadi tanggal terima. Suatu surat dianggap telah diterima pada hari kerja kedua setelah pengiriman. | |||||
“Policy” – means the Proposal and the Credit | “Polis” – berarti Proposal dan Kuesioner Manajemen | |||||
Management Questionnaire subject to the provisions of Article 24 GCI, the Schedule, the GCI, any Special Condition (if applicable) and any endorsements thereto. | Kredit tunduk pada ketentuan dalam Pasal 24 GCI, Ikhtisar, GCI, Kondisi Khusus (jika dapat dipakai) dan endorsemen-endorsemen yang ada. | |||||
“Policy Period” – means the period shown in the | “Jangka Waktu Polis” – berarti jangka waktu yang | |||||
Schedule. | tercantum dalam Ikhtisar. | |||||
“Policy Year” – means unless otherwise specified in the | “Tahun Polis” – berarti kecuali ditentukan lain dalam | |||||
Schedule a period of twelve months running from the first day of the first Policy Period and any subsequent period of twelve months commencing with an annual anniversary of such date. | Ikhtisar jangka waktu dua belas bulan yang berjalan dari hari pertama dari Jangka Waktu Polis pertama dan jangka waktu dua belas bulan berikutnya dimulai dengan peringatan satu tahunan dari tanggal tersebut. | |||||
“Proposal” – means the proposal form and application | “Proposal” – berarti formulir proposal dan aplikasi untuk | |||||
for insurance cover together with any supporting documents, information or representations made by on behalf of the Insured. | jaminan asuransi bersamaan dengan dokumen- dokumen pendukung, informasi atau representasi yang dibuat atas nama Tertanggung. | |||||
“Protracted Default” – occurs when a Debt remains | “Protracted Default” – terjadi pada saat hutang tetap | |||||
unpaid in whole or part after expiry of the period shown in the table in the Schedule, which period commences: | tidak dibayar seluruhnya atau sebagian setelah berakhirnya jangka waktu yang tercantum dalam tabel Ikhtisar, yang jangka waktunya mulai dari: | |||||
(i) If the Company set the credit Limit, with the date of notification of the overdue account; | (i) Jika Perusahaan menetapkan Batas Kredit dengan tanggal pemberitahuan tentang akun yang tertunggak; | |||||
(ii) If the insured has set the Credit Limit, with the Due Date (or if extended, the extended Due Date). | (ii) Jika Tertanggung telah menentukan batas Kredit, dengan Tanggal Jatuh Tempo (atau jika diperpanjang, Tanggal Jatuh Tempo yang diperpanjang). | |||||
“Public Buyer” – means a Buyer whose credit | “Pembeli Publik” – berarti Pembeli yang kelayakan | |||||
worthiness is considered equal to that of the State in the Buyer’s country, due to the statutory position of the Buyer or a commitment from the State of the Buyer’s country with regard to the financial support of the Buyer. | kreditnya dipandang sama dengan Negara Bagian dalam Negara Pembeli, karena posisi dari Pembeli menurut undang-undang atau tanggung jawab Negara Baigan dari Negara Tertanggung berkenaan dengan bantuan keuangan dari Pembeli. | |||||
“Recovery” – means any payment, set off, | “Recovery” – berarti setiap pembayaran, set off, | |||||
counterclaim, guarantee, recovery of goods or other recovery received from or otherwise available in connection with a Buyer or a Third party in relation to a relevant Debt. | tuntutan balasan, jaminan, recovery barang-barang atau cadangan laiinya yang diterima dari atau lainnya yang ada yang terkait dengan Pembeli atau Pihak ketiga sehubungan dengan Hutang yang bersangkutan. | |||||
“Schedule” – means the schedule attached to this | “Ikhtisar” – berarti ikhtisar yang dilampirkan pada Polis. | |||||
Policy. | Semua kata-kata yang mengambil bentuk tunggal | |||||
All words importing the singular include the plural and | termasuk bentuk jamaknya dan sebaliknya. | |||||
vice versa. | ||||||
(This wording is translation of the original version | (Polis ini merupakan terjemahan dari versi asli yang | |||||
in English; in the event of any dispute arising from the interpretation of any meaning herein, the terms and conditions shall be interpreted according to the Bahasa Indonesia version) | berbahasa inggris; apabila terjadi kesalahpahaman yang muncul dalam penafsiran isinya, maka syarat dan ketentuan harus ditafsirkan dengan mengacu pada versi Bahasa Indonesia) |
No comments:
Post a Comment